Wednesday, 28 September 2016

Dengar, Penampilan Bisa Saja Menipumu

Itulah yang membuat saya jarang menyimpulkan penilaian terhadap seseorang. Bagaimana sebenarnya orang yang saya hadapi, sifatnya, perangainya, dan lain hal. Pun kamu, yang mungkin sudah sangat lama saya kenal. Karena manusia punya rahasia-rahasia yang tak nampak atau ditampakan.
Saya masih ingat ketika Diah, dalam pernyataanya, “Penampilan Muji yang demikian akan menipumu. Ketika ia menemukan jalan dan sepeda motor, kau tidak akan menduganya sama sekali.” Ia mengatakan hal demikian setelah kami bersama-sama melakukan perjalanan Bali-Lombok dengan sepeda motor.
Pun saya masih ingat ketika Mas Angga menegaskan berkali-kali,”Kamu sudah pernah naik gunung, Ji? Beneran?” Ah, Mas Angga. Bukan lagi pernah, tapi sudah berkali-kali. Gunung di Jawa tengah sudah saya taklukan semua. Sungguh.
Dan yang terakhir, kemarin ketika saya menghadiri pernikahan seorang teman di Boyolali. Ketika saya sampai di rumah mempelai wanita, pertanyaanini menyambut saya,"Beneran sendiri? Kamu berani?”

Memangnya kenapa jika saya mengendarai motor dari Jogja ke Boyolali dengan sepeda motor sendiri? Tak nampakah bahwa saya adalah gadis yan berani-dan mungkin mandiri-? Toh hanya dekat. Dua minggu sekali saya pulang ke Kebumen, yang jaraknya dua kali lipat ke Boyolali, sendiri. Ya, mereka tidak tau itu saja.
Banyak hal yang tidak kita tahu tentang diri seseorang. Dan saya terus belajar tentang ini. Inilah yang membuat saya belajar tidak mengambil kesimpulan akhir. Pun ketika seseorang melakukan perbuatan yang sangat tidak menyenangkan kepada saya. Jika dia perempuan, ah mungkin sedang masa senitifnya. Atau jika lelaki, mungkin dia sedang banyak sekali masalah. Tentu sakit hati, namun dengan pemikiran-pemikiran itu akan mengurangi rasa sakit hati dan tentunya menghilangkan kebencian.
Saya tidak tau, apakah seseorang akan memiliki perangai yang mutlak atau tidak. Oh, hanya Allah yang memiliki hati manusia. Dia dengan mudah merubah hati makluk. Jika sekarang dia cinta, mungkin suatu hari dia benci. Dan, sayangnya ini selalu membuat saya berfikir ‘suatu hari hatinya akan berubah, dan berubah pula keniatannya.’ Hal ini berujung, saya tak pernah mempercayai perasaan mereka.

Semua bisa berubah. Semua memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baik atau lebih buruk. Dan tak akan pernah ada kesimpulan akhir kecuali Zat-Nya dan KeagunganNya.

0 Apa Kata Mereka???:

Post a Comment

Followers

Follow by Email

Google+ Followers

About Me

My photo
Warna-warna yang selalu menghidupi kehidupan anda. Serba-serbinya, seluk beluknya. Bukan aku, tapi warna-warnaku dari refleksi tulisanku. Ayo menulis!!!

Popular Posts

Copyright © Tinta Kering | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com