Saturday, 26 November 2016

Selamat ber-PDKT angkatan 17 FLP Yogya

Selamat ber-PDKT angkatan 17 FLP Yogya.
Saya masih ingat, tahun 2012 saya pun tersedot dalam gelombang nuansa yang sama. Bertanya-tanya tentang apa itu PDKT, bertanya-tanya tempat dimana PDKT dilakukan karena panitia sama sekali tak mau memberi bocoran, atau pun tentang pilihan yang harus saya ambil dari pilihan-pilihan kegiatan di akhir minggu itu. Ya, saya ada agenda lain di hari yang sama.
Saya pun masih ingat tentang technical meeting pertama di balairung Utara UGM. Tempat yang begitu asing bagi saya yang kuliah di kampus sebelah. Di TM itulah saya bertemu anggota-anggota baru FLP Yogya. Meski baru pertama kali bertemu, namun saya sudah yakin bersama mereka dimasa depan pasti menyenangkan. Di TM itu pun saya mengenal anggota kelompok saya. Erna yang kuliah di UGM, Nisa yang masih SMA, dan Mpik, teman SMA, dan teman mendaftar FLP dan tentu saja pemandu saya, Mbak Dwinna yang sekarang tengah menempuh study di Jepang.
Tentu saya pun masih ingat, pukul 06.00 dengan diantar seorang sahabat kos, ditemani rinai gerimis pagi, saya menuju titik kumpul pemberangkatan PDKT. Lagi-lagi di balairung Utara UGM. Dan mungkin tanpa saya sadari, benih-benih kecintaan pada bangunan kampus itu mulai tumbuh.
Dengan menaiki kopata, kami melaju ke arah Selatan. Pantai. Begitu kata otak saya. Kata Selatan selalu mengingatkan saya akan pantai seperti pantai di Selatan rumah saya yang hanya berjarak dua kilo. Benar saja, lokasi PDKT yang sebelumnya selalu mengisi ruang pertanyaan, terjawab sudah. Pantai Parangtritis menyambut kami dengan gemerisik angin bersapu dengan pasir.
Hal-hal baru terjadi. Ilmu-ilmu baru menghampiri, seakan menawarkan diri untuk direngkuh. Saya tak akan bercerita banyak tentang bab ini karena, akan lebih menyenangkan jika engkau merasainya sendiri dan bangun sendiri penilaian penilaiamu.
Ketika sore menjelang, saya sudah tidak lagi dapat berkonsentrasi.
PDKT yang awalnya berjalan begitu menyenangkan, tibatiba menjadi muram. Bukan, bukan PDKT dan hal-hal baru itu, namun saya. Sebuah SMS masuk ke handphone saya, saat itulah pikiran dan hati saya seketika berubah. Otak saya terbelah menjadi dua. Saya lupa redaksinya, namun intinya, si pengirim, SMS, meminta pertanggung jawaban saya sebagai salah satu orang yang akan memaparkan visi dan misi amanah yang saya emban satu tahun ke depan. SMS itu, mengingatkan apa yang sedang saya upayakan untuk terlupakan paling tidak untuk satu hari itu saja. Ya, minggu itu harusnya saya menghadiri musyawarah tahunan LDK kampus, menjadi salah satu orang yang harusnya wajib hadir. Namun saya mangkir dan memilih untuk mengikuti PDKT.
Sebegitu pentingkah PDKT hingga menjadi prioritas di banding musyawarah tahunan dimana saya seharusnya presentasi? Atau sebegitu bernafsunya saya masuk FLP hingga mengabaikan tanggung jawab yang jelas-jelas sudah di depan mata. Ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, jelas. Dan saya ingat, sebuah nasehat dari seseorang. “Apa yang kamu mulai, tuntaskanlah hingga akhir, seberapapun beratnya, seberapapun tak menyenangkannya.”
 Saya sudah memulai untuk mengikuti FLP, mendaftar, menulis aku, FLP dan Dakwah kepenulisan, mengikuti seleksi karya dan seleksi wawancara.  Ketika PDKT adalah gerbang untuk memulainya, saya memilih untuk menyelesaikannya. Paling tidak untuk menyelesaikan PDKT hingga akhir. Masalah akan bertahan di FLP berapa tahun atau berapa bulan, saya harap hingga akhir saya bisa bertahan. Amanah di kampus akan saya selesaikan meski tidak mengikuti musyawarah tahunan. Begitu janji saya.
Saya tahu, pengorbanan -jika itu bisa disebut pengorbanan- tidaklah seberapa dibandingkan mereka-mereka yang mengorbankan banyak hal untuk bisa ikut PDKT, untuk bisa masuk FLP dan saya mengagumi mereka. Dan rasa kagum itu menguatkan saya hingga PDKT berakhir, hingga tahun-tahun saya di FLP berlalu begitu saja. Akhirnya, sudah 4 tahun saya menjadi bagian FLP Jogja.
Tentang apa saja yang terjadi selama empat tahun itu, akan saya ceritakan kemudian.
Euforia itu, percayalah..akan bertahan hingga waktu-waktu yang menakjubkan. Maka nikmatilah. Nikmatilah PDKTmu, persiapannya, prosesnya, dan akhirnya, karena itu adalah sebuah cerita yang akan tersusun dan menggenapkan puzzle-puzzle keberadaanmu di FLP Jogja.
Saya menunggu, saya menunggu kalian untuk dapat mengatakan selamat bergabung di keluarga FLP Yogyakarta.

0 Apa Kata Mereka???:

Post a Comment

Followers

Follow by Email

Google+ Followers

About Me

My photo
Warna-warna yang selalu menghidupi kehidupan anda. Serba-serbinya, seluk beluknya. Bukan aku, tapi warna-warnaku dari refleksi tulisanku. Ayo menulis!!!

Popular Posts

Copyright © Tinta Kering | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com