Thursday, 24 May 2012

Chroma



Keluh itu bukan karena peluh
Meski telah membanjir luruh
Seperti debu yang tersepuh,
Mengahantam, menjadi grumosol, regosol, dan spodosols

Layaknya aphelium, renggang tanpa pegangan
Layaknya apparent, mundur selangkah demi selangkah
Menjauh, dari barisan yang berjajar

Memang, aral itu bukan sekedar elfata
Yang menggores kaki dan mengotorinya
Bukan sekedar lapili yang menghujani
Tapi karang dan tebing
Juga badai hurricane di garis tropis

Tapi sungguh, kita bukan asteroid tanpa jalur
Bukan meteor yang terkikis saat jatuh,
Bukan pluto, tanpa induk
Bukan premeval yang melayang menjauhi matahari.
Tapi sungguh, jalan ini berujung tanpa jerih,
Bersemai manis, serangkai kamboja, semerbak pada kasturi.

Lalu, tak bisakah kita kembali sedekat layaknya perihelium
Dengan chroma yang berpijar meski berbeda
Bukan fault yang terpisah dan tercacah
Merangkai jemari dan melangkah
Pada satu ikatan ukhuwah
Kembali menjadi perca-perca Jundullah.




Zii Mujiku Hibiniu
24 Mei 2012
Ruang kuliah 214

0 Apa Kata Mereka???:

Post a Comment

Followers

Follow by Email

Google+ Followers

About Me

My photo
Warna-warna yang selalu menghidupi kehidupan anda. Serba-serbinya, seluk beluknya. Bukan aku, tapi warna-warnaku dari refleksi tulisanku. Ayo menulis!!!

Popular Posts

Copyright © Tinta Kering | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com