Wednesday, 23 May 2012

Dinding

Dinding -Dinding
Kita selalu berbicara disini. Berfikir luas, mengembara jauh tentang dunia kita, mengkritik, menghujat, dan bahkan mencaci. Ketidak puasan itu terluncur pasti, dan seperti tanpa aling-aling lagi, kita menuntut mereka. Luar biasa, bukan main, betapa beraninya kita. Ya, kita, karena aku pun bergabung bersama kalian disini. Hati yang bergejolak menentang penindasan dan ketidak adilan, hati yang sedih menatap perut-perut membuncit karena busung lapar, mata-mata yang nanar menatap mayat-mayat hancur berantakan, namun hati ini pun slalu bertanya, kapan kita buka pintu itu, dan kita berteriak lantang di luar? Kapan kita bergerak melawan ketidak adilan? Kapan kita kumandangkan perang pada mereka sang penjahat?
Selalu, yang aku temui kosong. Dinding-dinding kelas seperti sebuah batas pemikiran kita. Dinding-dinding kelas seperti pemisah antara jiwa kita yang radikal, peduli, berani, dan tangkas, dan jiwa kita yang masa bodoh, apatis, dan terlalu penurut pada keadaan.
Tentu, ingin aku usung idiologi kalian yang hebat keluar dari kungkuman ruang bernama kelas. Tentu ingin aku robohkan dinding-dinding batas sehingga kita tak lagi perlu menjadi orang lain. Aku ingin kita bergerak, mencabik-cabik mereka yang telah mengoyak-koyak tubuh ibu pertiwi dengan rakusnya. Kita berjalan, membawa spanduk-spanduk keadilan, kita teriakan, kita kumandangkan, kita kibarkan bendera perang pada mereka yang memenjara kita dengan dinding-dinding peradaban buatan tangan mereka.
Aku ingiiiiinnnnn sekali kawan. Tidak hanya berdemo dipinggir jalan, atau memutari kota dengan seribu tuntutan. Tapi kita benar-benar bertindak. Bukan menuntut, tapi kita yang melakukannya sendiri. Aku inngiiiiiiiin sekali kawan, kita sama-sama berjalan, menyusuri jalan-jalan terjal, menghampiri mereka yang membutuhkan, mendengar suara mereka, bukan sok tau dan menganggap kita sudah sangat paham. Aku ingiiiiiin sekali kawan.
Tapi akhirnya aku harus kembali pada kenyataan. Anganku yang melambung harus kembali pada raganya yang masih duduk manis di dalam kelas. Kosong dan kecewa karena aku hanya bisa diam, dan kita hanya bisa bicara.

#Ayo lakukan perubahan Kawan!!!!

0 Apa Kata Mereka???:

Post a Comment

Followers

Follow by Email

Google+ Followers

About Me

My photo
Warna-warna yang selalu menghidupi kehidupan anda. Serba-serbinya, seluk beluknya. Bukan aku, tapi warna-warnaku dari refleksi tulisanku. Ayo menulis!!!

Popular Posts

Copyright © Tinta Kering | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com