Saturday, 23 February 2013

Belantara Otak


Saya berada di dunia yang sama dengan anda. Apakah saya merasa senyaman anda? Merasakan nyamanya kasur empuk dan selimut tebal ketika gelap menyergap, menyeruput secangkir kopi susu dan membaca koran di pagi hari. Kita mungkin melakukan hal yang sama. Tapi aku merasakan ada sebuah perasaan yang membuatku tak nyaman. Aku tak nyaman dengan dunia. Aku merasa terancam olehnya. Aku merasa asing dengan dunia yang telah menampungku lebih dari 20 tahun ini.
Aku berusaha tidak perduli. Bukankah anda dan mereka juga tidak perduli. Aku bisa melihatnya dari binar mata anda ketika melihat kembang api mengisi langit kota, yang pada saat itu aku ketakutan setengah mati (Bukankah asapnya bisa membunuhmu? Tidak serta merta, namun kemudian hari). Tapi aku tak mampu mengabaikan pemikiran yang kian hebat berterbangan di belantara urat-urat otak. Apa aku terlalu paranoid, mengada-ada dan berlebihan? Mungkin, tapi tidakkah pernah terfikirkan oleh anda, ketika anda berada di dalam dunia yang memiliki begitu banyak bahasa, bangsa, dan negara, anda hanya sendiri saja? Tidak semua bahasa aku mengerti. Tidak, aku hanya menguasai satu dua bahasa saja. Itu pun dengan keterbatasan. Bagaimana nanti jika ada yang berbicara dengan bahasa asing dan aku tidak memahami tentang apa yang mereka bicarakan, sedang keberadaanku terancam. Aku tidak mampu waspada, aku tidak mampu mempertahankan diri.
Semakin hari, semuanya semakin membuatku merasa tak nyaman. Saya enggan berlangganan koran pagi, atau menonton TV, apalagi membuka internet. Bukan tentang apa yang mereka sampaikan, namun tentang kebenaran yang sama sekali tidak mereka singgung. Bukankah itu lebih menakutkan?
Berita-berita itu, politik, budaya, dan ekonomi, membuat saya tak tenang. Satu persatu seperti mencemooh saya. Bagaimana saya bisa tenang, ketika negara saya di jadikan permainan. Seperti pion-pion catur yang sedang diadu, dan saya tidak mengetahui manusia yang berada di belakangnya. Saya tidak tahu apa tujuannya. Mungkin saja, suatu kali saya akan bertemu dia di mall, dan saya tidak mengenalinya. Padahal dia telah menusuk saya dari belakang layar. Memainkan perannya menghancurkan tanah kelahiran saya, memporak-porandakan, dan mengambil kehidupan dari diri saya. Saya tak pernah tau, dan tak mampu mempertahankan, bahkan untuk diri saya sendiri.
Masihkan anda merasa kenyamanan itu milik anda. Mungkin anda memang beruntung, dan anda akan tetap berada di dalam cangkang kenyamanan anda. Tapi saya khawatir itu tidak akan berlangsung lama lagi. Tanpa anda inginkan, anda harus keluar, dan yang saya takutkan anda belum siap dengan semuanya. Seperti bayi prematur.
Saya hanya sedang mengingatkan. Tentu bukan ingin menyeret anda memasuki dunia saya yang gila. Tapi untuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yang mungkin bisa saja terjadi. Karena saya dan anda tidak benar-benar aman berada di dunia ini.

0 Apa Kata Mereka???:

Post a Comment

Followers

Follow by Email

Google+ Followers

About Me

My photo
Warna-warna yang selalu menghidupi kehidupan anda. Serba-serbinya, seluk beluknya. Bukan aku, tapi warna-warnaku dari refleksi tulisanku. Ayo menulis!!!

Popular Posts

Copyright © Tinta Kering | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com