Tuesday, 19 February 2013

Just writing


Kegalauan ini membuncah semakin parah. Aku ingin menulis!
Tapi jari ini masih kaku untuk menari diatas tuts, otak ini masih kusut mengurai satu persatu kata yang terangkai dalam kalimat.
Entahlah, aku hanya ingin menulis. Meledak-ledakan rasa biar tak bertumpuk Tidak hanya tentang ada tidaknya keberadaan, namun tentang cerita yang mampu menggemparkan dunia. Muluk, ya, larut dalam mimpi kosong. Aku ingin seperti dia, hingga langkahku seketika terhenti. Aku tak bisa seperti dia, aku adalah aku seutuhnya. Tak mampu menjelma menjadi manusia seperti dia. Namun apa salahnya mencoba mencicipi nikmat Tuhan yang terlebih dulu diberikan padanya. Aku tak hanya ingin menulis. Tapi aku ingin aku menjadi orang yang mampu menulis. Tujuan yang kabur, gambaran yang kabur, penat yang mengubur, serta kemalasan dan keengganan memupuk benih yang tersemai. Aku harus memberinya nutrisi. Membaca.
Sungguh! Rasanya ingin meledak pada suatu titik. Aku jenuh pada keterpasrahan. Aku jenuh menjadi bayang-bayang yang tak dikenal. Aku jenuh berada di barisan belakang. Aku jenuh hanya berdiam.
Sungguh, aku akan meledak. Mungkin tidak detik ini juga. Namun emosi ini telah mencapai ubun-ubun tertinggi.
Aku hanya ingin menulis, lalu kenapa harus ada keinginan yang lain? Ini tidak akan berhasil. Aku tak akan mampu menulis, tanpa mimpi!

0 Apa Kata Mereka???:

Post a Comment

Followers

Follow by Email

Google+ Followers

About Me

My photo
Warna-warna yang selalu menghidupi kehidupan anda. Serba-serbinya, seluk beluknya. Bukan aku, tapi warna-warnaku dari refleksi tulisanku. Ayo menulis!!!

Popular Posts

Copyright © Tinta Kering | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com