Thursday, 1 March 2012

Ketika Surga Tak Menarik lagi Part 2

Masih ingat dengan tulisan saya sebelumnya? Tidak? Keterlaluan!!! Karena hanya itu tulisan saya.. hehehe, ngga ding..
Hems, (mikir, enaknya pake kata ganti apa yak?)
Oke, b'coz kita anak gahul getho, gue eloh kayaknya udah jadul, gimana kalau pake ana-antum? Gahul pisan Mbok???
Soal kata ganti udah clear, so kita kembali ke topik. Oke?
"ngga usah dijawab lah bro.. bikin sedih aja... :("
Kita akan kembali membahas soal surga. Eh, bukan ding.. Sok pinter aja kalo bahas soal surga.. Kita bahas aja soal hal yang ada di sekitar kita. Oke guys...?? " Ngaa usah dijawab, ana tau jawaban kalian (nangis sesenggukan) :D"

Beberapa waktu lalu, tepatnya kapan ana lupa, tapi yang pasti, b'coz ana anak gahul, ana pas lagi kuliah. (Anak gahul tuh dapet inspirasi pas lagi kuliah, bukannya pas lagi merenung di bawah pohon jambe.. heheh)
Siang yang terik itu, ternyata tak menyurutkan niat listrik untuk mati. Maka, absolutely, ruangan yang jendelanya GEJE, alias ngga bisa di buka menjadi ruangan panas serta menyiksa. Ngga harus ana deskripsiin kan?
Kuliah terus berlanjut, dan inspirasi itu muncul seketika.
Surga, sebuahtempat yang di janjikan Allah aza wa Jalla untuk orang-orang mukmin, untuk orang-orang yang senantiasa menjaga dirinya dari kemungkaran dan hawa nafsu. Sebuah tempat yang luar biasa. Ya pokoknya begitulah. Antum bisa membaca deskripsinya sendiri di Al Qur'an.
Lalu kenapa bisa surga menjadi tempat yang tak lagi menarik?
disini ana hanya akan berbicara tentang garis kecil saja. Contohnya Indonesia karena hanya tempat itulah yang benar-benar ana tau. Kan belum di beri kesempatan buat keluar negri. Semoga ya...
Oke, lanjut...
Pernah dengar pepatah atau syair tongkat jadi pohon, kolamnya kolam susu?
Itulah indonesia. Negara kita tercinta.
Sungguh sangat luar biasa.
Nampaknya surga memiliki saingan. Dan hal inilah yang tidak kita sadari. Sebenarnya kita telah di bohongi mentah-mentah. Tak ada kolam susu kecuali ada yang menciptakannya, tak mungkin tongkat jadi pohon kalau tongkat itu sudah 'benar-benar' menjadi tongkat. Dan kebohongan ini lah yang menjadikan kita luap, bahwa dunia, adalah tempat sementara. Bukan surga yang di janjikan Allah.
Iya sih, gambaran itu untuk menunjukan betapa kayanya Indonesia. Tapi dengan berpamer-pamer ria seperti itu, masyarakat luas kan jadi tau, dan akhirnya siapa yang mengekplorasi? Kebanyakan adalah masyarakat asing. Pribumi hanya gigit jari. Hal ini anehnya tidak membuat jera warga pribumi. Mungkin karena masih beranggapan bahwa tongkat-tongkat selanjutnya bisa di tanam lagi, dan kolam-kolam susu bisa di buat lagi.. Tapi, perlu di ingat, mereka takan membiarkan ada yang tersisa, meski secuil unsur hara pu. Contohnya? Bisa kita lihat di sekitar kita.
Jadi, ayoooo, bangkitlah Indonesia. Indonesia bukan surga.
Tidak ada waktu untuk berleha-leha menunggu tongkat menjadi pohon, tak ada gunanya lagi. Itu adalah cerita lama. Oke?

0 Apa Kata Mereka???:

Post a Comment

Followers

Follow by Email

Google+ Followers

About Me

My photo
Warna-warna yang selalu menghidupi kehidupan anda. Serba-serbinya, seluk beluknya. Bukan aku, tapi warna-warnaku dari refleksi tulisanku. Ayo menulis!!!

Popular Posts

Copyright © Tinta Kering | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com